SAMARINDA – Borneo FC Samarinda terus mencatatkan tinta emas di kancah sepak bola nasional. Tim berjuluk Pesut Etam itu berhasil menorehkan rekor bersejarah dengan meraih 10 kemenangan beruntun dalam lanjutan kompetisi BRI Super League musim 2025/2026. Catatan fantastis tersebut menjadikan Borneo FC sebagai klub pertama yang mampu mencapainya sepanjang sejarah liga Indonesia.
Rekor istimewa itu dipastikan usai Borneo FC menekuk tuan rumah Semen Padang dengan skor meyakinkan 2-0 di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Minggu (9/11/2025). Kemenangan itu merupakan yang ke-10 secara berturut-turut pada 10 pekan awal musim, membuat Borneo FC kokoh tidak tergeser di puncak klasemen sementara dengan koleksi 30 poin sempurna.
Sejak peluit awal dibunyikan, Borneo FC yang datang sebagai tim unggulan langsung mengambil inisiatif serangan. Dominasi mereka langsung membuahkan hasil cepat. Tepat di menit keenam, penyerang andalan mereka, Mariano Peralta, berhasil membuka keunggulan. Berawal dari pantulan bola di area pertahanan Semen Padang oleh Joel Vinicius, Peralta dengan cerdik menyambar bola melalui tembakan first time yang gagal dijangkau kiper Semen Padang. Skor 1-0 bertahan hingga jeda turun minum.
Pada babak kedua, dominasi Borneo FC tidak mengendur. Pada menit ke-61, Mariano Peralta kembali mencatatkan namanya di papan skor. Menerima umpan terukur dari Juan Felipe Villa Ruiz, Peralta dengan dingin mengonversi peluang tersebut menjadi gol kedua bagi Pesut Etam, sekaligus memastikan kemenangan 2-0 atas Kabau Sirah.
Borneo FC (Starter): Nadeo Arga Winata (PG); Fajar Fathurrahman, Komang Teguh Trisnanda, Christophe Nduwarugira, Weatherley Garcia Nogueira; Rivaldo Enero Pakpahan, Kei Hirose, Maicon De Souza Da Silva; Juan Felipe Villa Ruiz, Mariano Peralta, Joel Vinicius.
Semen Padang (Starter): Arthur Augusto Da Silva (PG); Leo Guntara, Rui Pedro Ribeiro Sousa Peixoto, Angelo Rafael Teixeira Alpoim Meneses, Ricki Ariansyah; Alhassan Wakaso, Rosad Setiawan, Firman Juliansyah; Pedro Ricardo Rodrigues De Matos, Abrizal Umanailo, Cornelius Ezekiel Stewart.
Pewarta: Dimas
Editor: Yahya Yabo





