Samarinda – Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kalimantan Timur mengingatkan masyarakat, khususnya anak muda dan perempuan agar lebih waspada terhadap maraknya praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang semakin berkembang dengan pola baru melalui media sosial.
Kepala UPTD PPA Kaltim, Kholid Budhaeri, menegaskan fenomena perdagangan orang saat ini tidak lagi terjadi secara konvensional, melainkan dapat dilakukan tanpa batas wilayah melalui jaringan internet. Janji pekerjaan bergaji besar di kafe, restoran, atau hiburan malam kerap digunakan untuk menjerat korban.
“Anak muda jangan mudah tergiur dengan tawaran kerja instan. Sekarang, perdagangan orang tidak harus pergi jauh bahkan bisa dimulai dari media sosial atau aplikasi online,” ujar Kholid.
Ia menambahkan korban yang terseret biasanya adalah remaja dengan akses pendidikan terbatas atau mereka yang datang ke kota mencari pekerjaan. Godaan kehidupan glamor perkotaan membuat mereka rawan terjebak dalam lingkaran eksploitasi.
Kholid mengimbau orang tua agar memperketat pengawasan terhadap anak-anak, terutama yang masih remaja.
“Orang tua perlu aktif mendampingi anak, membekali mereka dengan keterampilan, serta memastikan mereka punya aktivitas positif agar tidak mudah dimanfaatkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” jelasnya.
Menurut catatan UPTD, sejak Januari 2025 sudah ada enam kasus perdagangan anak yang berhasil diungkap, sebagian besar melibatkan korban berusia 15–17 tahun. Para korban kini difasilitasi pemulihan melalui panti perlindungan Dinas Sosial dengan program pelatihan, asesmen kesehatan, dan pendampingan psikologis.
Meski menghadapi keterbatasan fasilitas, UPTD terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, rumah sakit, dan lembaga sosial di berbagai daerah.
“Kami ingin memastikan setiap korban tidak hanya selamat secara fisik, tetapi siap menata kembali masa depan mereka,” tambah Kholid.
Ia memberikan pesan kuat kepada generasi muda agar membekali diri dalam pengetahuan dan keterampilan.
“Bekali diri dengan skill dan keterampilan. Dunia digital membuka banyak peluang kerja yang legal, seperti konten kreator atau wirausaha online. Jangan sampai memilih jalan singkat yang justru menghancurkan masa depan,” sebutnya.
Pewarta: Hanafi
Editor: Yahya Yabo





