PASER – Rumah kemasan memiliki peran penting dalam pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), khususnya dalam hal pengemasan produk agar terlihat lebih menarik dan meningkatkan nilai jual produk yang dipasarkan. Kendati demikian hal tersebut masih sering diabaikan oleh para pelaku UMKM.
Wakil Bupati (Wabup) Paser, Ikhwan Antasari, mengatakan kemasan produk yang bagus dan berkualitas kerap diabaikan oleh para pelaku UMKM lantaran biaya yang dibutuhkan cukup besar, sehingga berdampak pada harga produk yang di jual.
“Oleh karena itu pelaku UMKM acapkali mengabaikan kemasan, mengingat harganya,” kata Ikhwan Antasari, Senin (22/9/2025).
Berdasarkan data dari Dinas Perindagkop dan UKM tahun 2024, jumlah UMKM di Paser sebanyak 47.634 unit usaha yang berpotensi menjadi penggerak ekonomi lokal.
Ikhwan mengatakan untuk mewujudkan rumah kemasan tersebut, Pemerintah Kabupaten Paser telah mengusulkan bantuan Rumah Kemasan tersebut. Namun, hingga kini belum terealisasi.
“Untuk meningkatkan dan memberdayakan pelaku UMKM di daerah, beberapa telah dikover melalui APBD, akan tetapi kami juga memerlukan bantuan APBN,c ungkapnya.
Di tempat yang sama, Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudin, menyampaikan Rumah Kemasan tersebut merupakan Pekerjaan Rumah (PR) bersama yang harus diwujudkan dengan kolaborasi antara pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat.
“Karena ada kementerian yang perhatiannya sama dengan Pemkab Paser, hanya saja bagaimana nanti kita memastikan apa yang betul-betul kita butuhkan ini bisa terwujud,” jelasnya.
Pewarta: Nash
Editor: Yahya Yabo





