SAMARINDA – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan prinsip-prinsip kepemimpinan Rasulullah Muhammad SAW akan terus menjadi landasan utama dalam menjalankan roda pemerintahan di Kota Tepian.
Hal itu disampaikan pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H yang digelar di GOR Segiri, Senin (22/9/2025), yang diisi oleh tausiah dari ustaz K.H. Fikri Haikal MZ.
Andi Harun menyebut kehadiran Nabi Muhammad SAW, sebagai pembawa rahmat, mengajarkan nilai universal yang relevan sepanjang zaman seperti kejujuran, keadilan, kasih sayang, toleransi, serta persatuan. Nilai-nilai tersebut pula yang ingin ia terapkan dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Rasulullah SAW mengajarkan bahwa seorang pemimpin adalah pelayan bagi rakyatnya, bukan sebaliknya. Prinsip inilah yang kami jadikan pedoman dalam memimpin Kota Samarinda agar pemerintahan benar-benar berjalan amanah dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” tegas Andi Harun.
Ia merincikan ada tiga prinsip utama yang diambil dari teladan Rasulullah dalam memimpin Kota Samarinda. Pertama, menjalankan pemerintahan dengan penuh amanah dan tanggung jawab, di mana setiap kebijakan, selalu diarahkan untuk kepentingan masyarakat luas.
Kedua, menegakkan keadilan tanpa diskriminasi bagi seluruh warga, berhak atas pelayanan publik yang setara. Terakhir, mengedepankan musyawarah dan transparansi dalam proses pengambilan keputusan.
Selain itu, Andi Harun mengatakan keberagaman suku, agama, dan budaya di Samarinda justru harus menjadi kekuatan untuk memperkukuh harmoni sosial. Karena itu, ia berkomitmen melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam setiap perencanaan pembangunan agar hasilnya bisa dirasakan bersama.
“Kota Samarinda memiliki sejarah panjang sebagai kota religius dan berkarakter. Nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal selalu menjadi fondasi dan itu pula yang kami integrasikan dalam program pembangunan, baik di bidang fisik maupun dalam pembinaan moral masyarakat,” ujarnya.
Lebih jauh, Andi menekankan pembangunan tidak boleh hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi pada pembangunan karakter. Ia menilai pembangunan yang berlandaskan spiritualitas dan kearifan lokal akan lebih berkelanjutan serta membentuk masyarakat yang beradab.
“Dengan meneladani sifat jujur, adil, toleran, dan peduli, kita bisa mewujudkan Samarinda yang harmonis, damai, dan sejahtera,” pungkasnya.
Pewarta: Hadi Winata
Editor: Yahya Yabo





