Warga Gunung Mulya Keluhkan Krisis Air Bersih dan Realisasi Rehab SDN 20, Arie Wibowo Kawal Aspirasi

SAMARINDA – Pelaksanaan Reses Masa Persidangan II Anggota DPRD Kota Samarinda yang digelar di tengah guyuran hujan deras tidak menyurutkan semangat warga RT 09 Gunung Mulya, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara untuk menyampaikan keluh kesah mereka langsung kepada wakil rakyat.

Dalam agenda penyerapan aspirasi tersebut, masalah krisis air bersih dan tertundanya perbaikan fasilitas pendidikan menjadi poin utama yang disuarakan masyarakat.

Ketua RT 09 Gunung Mulya mengungkapkan pemenuhan kebutuhan air bersih masih menjadi beban finansial yang berat bagi warganya, terutama saat musim kemarau tiba.

“Kami terus mengupayakan agar bisa mendapatkan air bersih. Kalau musim kemarau, Pak, sudah pasti Rp600.000 dalam sebulan itu harus keluar untuk membeli air. Ini menjadi harapan besar warga semua, kami meminta bantuan dengan Bapak agar bisa melobi pihak terkait supaya air bersih bisa mengalir ke tempat kami,” ujar Ketua RT 09 saat menyampaikan aspirasinya, Jumat (22/5/2026).

Selain masalah air bersih, warga juga mempertanyakan janji perbaikan fasilitas Sekolah Dasar Neger (SDN) 20 di wilayah mereka yang hingga kini belum juga terealisasi secara menyeluruh.

“Sudah berkali-kali dari pihak sekolah menyampaikan, SDN 20 kami ini sudah beberapa tahun dijanjikan mau direhabilitasi, tapi sampai saat ini belum ada realisasinya. Siapa tahu dengan hadirnya Bapak di sini bisa membantu kami melobi masalah SD ini, Pak. Karena sejak tahun 1984, sekolah ini belum pernah direhab total, baru hanya diperbaiki bagian yang rusak-rusak saja,” tambahnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Anggota DPRD sekaligus Sekretaris Komisi III DPRD Kota Samarinda, Arie Wibowo dari Fraksi Golkar, menegaskan dirinya berkomitmen untuk mengawal dan mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi warga, khususnya terkait kebutuhan dasar seperti air bersih.

“Dari pertama saya kenal Gunung Mulya, bahkan jauh sebelum saya menjadi Caleg atau anggota DPRD, saya sudah tahu masalah utama kita di sini adalah air. Saya tidak berani mengumbar janji kosong, tetapi usahanya sudah kelihatan. Dua hari yang lalu, saya sudah membawa langsung teman-teman dari PDAM ke sini untuk melakukan survei lapangan,” ungkap Arie Wibowo di hadapan warga.

Arie menjelaskan berdasarkan hasil survei bersama pihak PDAM, kendala utama di wilayah tersebut adalah ketiadaan tempat penampungan air (reservoir). Saat ini pihak PDAM tengah mengkaji dua opsi lokasi penampungan strategis.

“Ada dua alternatif lokasi penampungan air yang diberikan oleh teman-teman PDAM. Yang pertama bisa jadi di Damri (kawasan jalan AWS), dan yang kedua di belakang KNPI. Sudah ada dua pilihan itu, tinggal nanti melihat anggaran mana yang bisa kita carikan untuk ditanam di sini,” jelasnya.

Sebagai langkah tindak lanjut, politisi Golkar itu meminta pihak RT segera mendata jumlah Kepala Keluarga (KK) yang valid untuk memastikan kesiapan warga dalam pemasangan sambungan baru.

“Saya ada PR untuk Bu RT, saya perlu tahu pasti di sini ada berapa rumah dan berapa KK yang dipastikan nanti akan pasang PDAM. Kita perlu data itu untuk melihat seberapa banyak pasokan air yang harus disuplai ke wilayah ini. Permasalahan utama kita selesaikan air ini dulu. Hari ini kalau masalah air selesai, saya juga tenang,” tegasnya.

Terkait jangka waktu realisasi, Arie memperkirakan proyek ini akan menjadi prioritas dan diharapkan dapat rampung dalam waktu dekat melalui kolaborasi anggaran.

“Respons dari teman-teman PDAM cukup bagus dan wilayah ini memang menjadi prioritas kita. Jelek-jeleknya, paling lambat dua tahun ke depan mudah-mudahan air sudah bisa dialirkan. Kami akan coba carikan anggarannya, baik lewat anggaran Pemkot maupun kita join melalui dana Pokok Pikiran (Pokir) dewan yang saya jalankan,” tuturnya.

Mengenai aspirasi rehabilitasi total bangunan SDN 20 yang sudah tidak dipugar sejak tahun 1984, Arie Wibowo menyatakan akan meninjau langsung kondisi fisik sekolah tersebut sebelum melakukan koordinasi lebih lanjut dengan dinas terkait.

“Untuk masalah SD, nanti kita lihat dulu kondisinya ke lapangan seperti apa. Yang pasti fokus utama saya hari ini adalah air bersih. Hari ini hujan deras, mari kita berdoa bersama mudah-mudahan Allah mudahkan jalannya agar rencana ini bisa segera terealisasi,” jelasnya.(rm/adv)

Pewarta: Abdi
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI