Warga Loa Buah Layangkan Surat Terbuka ke Gubernur Kaltim, Minta Perbaikan Jembatan Mahulu

SAMARINDA – Lambatnya penanganan terhadap kerusakan Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) memicu kekecewaan mendalam dari warga Loa Buah, Sungai Kunjang. Merasa keluhan mereka diabaikan, warga akhirnya melayangkan surat terbuka yang ditujukan langsung kepada Gubernur Kalimantan Timur, Rudi Mas’ud.

Ketua FKPM Loa Buah Polsek Sungai Kunjang, Sabil Husain, menegaskan langkah itu diambil karena pemerintah daerah dinilai sangat lambat dalam merespons keluhan publik, padahal jembatan tersebut merupakan jalur logistik yang sangat vital.

“Kami membuat surat terbuka untuk Bapak Gubernur, mudah-mudahan mendapatkan perhatian dan adanya tindak lanjut,” ujar Sabil, Minggu (19/7/2026).

Sabil mengungkapkan kekecewaannya atas ketimpangan perhatian dan anggaran yang diberikan pemerintah provinsi terhadap Jembatan Mahulu apabila dibandingkan dengan Jembatan Mahkota dan Jembatan Mahakam Kembar. Ia menilai infrastruktur megah tersebut sia-sia ketika dibiarkan tanpa perawatan.

“Infrastruktur yang begitu megah, begitu bagus, namun sayang tidak terawat itu buat apa,” kritik Sabil.

Ia kemudian membandingkan alokasi anggaran fantastis yang dikucurkan pemerintah untuk penerangan jembatan lain, sementara anggaran untuk Jembatan Mahulu sama sekali tidak transparan dan tidak pernah terdengar ke publik.

“Mahakam dan Mahkota yang saya tahu sudah dianggarkan untuk penerangannya sudah berapa miliar, sedangkan Mahulu tidak ada,” tegasnya.

Sebagai warga yang bermukim di sekitar kawasan tersebut, Sabil mengaku hampir tidak pernah melihat adanya aktivitas perawatan rutin atau pembersihan dari instansi terkait. Petugas dari dinas terkait dinilai hanya turun ke lapangan apabila terjadi insiden besar yang mendesak.

“Kami tidak pernah melihat satu instansi terkait melakukan perbaikan atau perawatan atau melakukan pembersihan jembatan saja,” kata Sabil.

Warga kini mendesak untuk bisa duduk bersama dengan Gubernur Kalimantan Timur guna mempertanyakan kejelasan status fasilitas pendukung jembatan. Sabil menyatakan masyarakat siap turun ke jalan jika jalur komunikasi ini kembali diabaikan.

“Kalau memang mereka selalu slow respons, terpaksa, mau tidak mau, masyarakat mungkin akan melakukan aksi dengan catatan tidak mengganggu pengguna jalan,” tegasnya.

Pewarta: Abdi
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI