Warga Sangatta Utara Sebut Ada Tebang Pilih, Pasar Ramadan Dipertanyakan Warga

SANGATTA – Keberadaan pasar Ramadan di depan Kantor Camat Sangatta Utara menuai sorotan. Selain dinilai memicu kemacetan karena menggunakan badan jalan, warga mempertanyakan konsistensi penegakan aturan. Warga menilai ada dugaan pilih kasih dalam penertiban pedagang.

Pantauan di lokasi, deretan lapak tampak berdiri memanjang hingga memakan sebagian badan jalan. Kondisi tersebut membuat akses kendaraan menyempit. Pada sore hari menjelang berbuka puasa, arus lalu lintas terlihat tersendat karena meningkatnya jumlah pengunjung dan kendaraan yang parkir sembarangan.

Salah seorang pengguna jalan, Ferdian, mengaku harus lebih berhati-hati saat melintas. Ia menyebut kendaraan kerap berhenti mendadak karena ada pengunjung yang menepi tanpa pengaturan jelas.

“Kalau sore pasti macet. Jalan jadi sempit karena dipakai jualan dan parkir. Kadang kendaraan berhenti tiba-tiba, rawan juga,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Yang menjadi sorotan warga bukan hanya soal kemacetan. Mereka membandingkan kondisi tersebut dengan penertiban pedagang kecil di sejumlah titik lain di Sangatta Utara yang sebelumnya dilarang berjualan di trotoar karena dianggap mengganggu ketertiban umum.

“Dulu pedagang kecil tidak boleh pakai trotoar, langsung ditegur. Sekarang malah badan jalan dipakai untuk pasar Ramadan. Jadi terkesan ada pilih kasih,” keluh Mando seorang warga lainnya.

Menurut warga, apabila aturan melarang penggunaan fasilitas umum seperti trotoar maupun badan jalan untuk berjualan, maka penegakannya harus berlaku sama bagi semua. Mereka khawatir tidak konsisten tersebut menimbulkan kecemburuan sosial.

Selain kemacetan, potensi kecelakaan menjadi perhatian. Lokasi pasar Ramadan berada di jalur yang cukup ramai dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Tanpa pengaturan parkir dan lalu lintas yang memadai, situasi dinilai berisiko.

Meski demikian, warga tidak menolak keberadaan pasar Ramadan yang dinilai membantu pelaku UMKM dan memudahkan masyarakat mencari hidangan berbuka. Mereka hanya berharap ada penataan yang lebih tertib agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengganggu pengguna jalan.

“Pasarnya bagus, membantu pedagang. Tapi tolong ditata, jangan sampai aturan terasa berbeda-beda,” sebutnya.

Pewarta: Ramlah
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI