Waspadai DBD, Dinkes Paser Imbau Gencarkan Pemberantasan Sarang Nyamuk

PASER – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Paser mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) salah satunya dengan menggalakkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), guna memutus rantai perkembangbiakan jentik nyamuk Aedes Aegypti.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Paser, Amri Yulihardi, mengatakan memasuki awal 2026, telah ada empat laporan kasus DBD, di mana dua pasien di antaranya dinyatakan positif sementara dua lainnya masih berstatus suspek.

“Dua orang yang dinyatakan positif sudah ditangani dan informasi terakhir sudah sembuh. Sedangkan dua lainnya masih bersifat suspek dan telah dirujuk ke RSUD Panglima Sebaya untuk penanganan lebih lanjut,” kata Amri, Jumat (9/1/2025).

Menanggapi kemunculan kasus tersebut, Dinkes Paser telah melakukan fogging di wilayah yang terjangkit untuk membunuh nyamuk yang menularkan penyakit ke masyarakat. Namun penanganan semacam itu diakui tidak dapat menjadi solusi jangka panjang karena penggunaan fogging secara berlebihan, dikhawatirkan akan membuat nyamuk Aedes Aegypti menjadi resisten atau kebal. Selain itu, fogging hanya efektif membunuh nyamuk dewasa, namun tidak menyentuh akar masalahnya yaitu jentik nyamuk.

“Penanganan tidak bisa hanya berfokus pada nyamuk dewasa, tapi juga harus menyasar jentik-jentik yang posisinya di air tergenang. Solusi yang paling tepat yaitu melakukan gerakan PSN,” tegasnya.

Selain faktor cuaca, perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar menjadi penentu utama berkembang biaknya nyamuk DBD. Sebab genangan air pada sampah kaleng, barang bekas, serta penampungan air warga yang tidak tertutup menjadi tempat favorit nyamuk Aedes Aegypti untuk bertelur.

Untuk itu, penanganan terkait kasus demam berdarah tidak dapat dilakukan sendiri oleh Dinkes Paser, sebab Dinkes Paser lebih fokus kepada penanganan kesehatan, sementara terkait pencegahan di lapangan perlu kerja sama lintas sektor dan kesadaran masyarakat melalui gotong royong untuk memberantas sarang nyamuk.

“Karena penyebab munculnya kasus demam berdarah di musim penghujan itu karena munculnya jentik-jentik nyamuk pada wilayah atau tempat-tempat yang tergenang air. Seperti kaleng sampah yang tidak dibuang atau penampungan air yang tidak ditutup,” ujarnya.

Sebagai langkah preventif, Dinkes Paser terus mendistribusikan bubuk abate ke masyarakat dan mengampanyekan gerakan 3M Plus yakni menguras bak mandi secara rutin, menutup rapat tempat penampungan air, mengubur atau mendaur ulang barang bekas, dan menggunakan losion anti nyamuk serta menanam tanaman pengusir nyamuk.

“Kami mengimbau warga untuk tetap waspada dan proaktif melakukan gotong royong di lingkungan masing-masing demi memutus mata rantai penyebaran DBD,” sebutnya.

Pewarta: Nash
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI