BONTANG – Anggota Komisi B DPRD Kota Bontang, Suharno, mengatakan luas wilayah dan jumlah penduduk yang relatif kecil, tidak boleh dijadikan alasan untuk menghambat masuknya investasi ke Kota Bontang.
Menurutnya keberhasilan menarik investor tidak semata ditentukan oleh ukuran daerah, melainkan kemampuan pemerintah dalam menyajikan informasi dan potensi unggulan yang dimiliki secara jelas, terukur, dan meyakinkan.
“Untuk luas wilayah, maupun jumlah penduduk yang tidak terlalu besar sebenarnya bukan hambatan,” ungkapnya, Rabu 10/6/2026).
Selain itu Suharno menegaskan hal paling terpenting adalah bagaimana pemerintah, mampu menunjukkan potensi daerah dan peluang investasi yang ada sehingga investor merasa yakin untuk menanamkan modalnya.
Suharno menilai pemerintah daerah perlu lebih aktif mempromosikan, berbagai sektor potensial yang dapat dikembangkan. Penyampaian data yang akurat mengenai peluang usaha, ketersediaan lahan, dukungan infrastruktur, serta prospek ekonomi dinilai menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan investor.
Pada kesempatan itu, Suharno mempertanyakan sejauh mana hasil kajian potensi investasi yang telah disusun pemerintah daerah untuk dipublikasikan dan dipresentasikan kepada calon investor.
“Bagaimana kajian yang telah dibuat tidak cukup hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi harus dimanfaatkan sebagai bahan promosi investasi yang dapat memperkenalkan keunggulan Bontang kepada pelaku usaha dan investor,” katanya.
Suharno berharap Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), bersama dengan perangkat daerah terkait dapat memperkuat strategi promosi investasi dengan memanfaatkan hasil kajian yang telah dimiliki.
Langkah tersebut dinilai penting untuk membuka peluang masuknya investasi baru yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja di Kota Bontang. (rm/adv)
Editor: Yahya Yabo





