Wujud Kepedulian Pendidikan, Generasi Muda Paser Bantu Siswa Pedalaman

PASER – Anak-anak muda masa kini memiliki panggilan untuk melakukan hidup yang berdampak. Tidak terkecuali anak-anak muda atau generasi muda di Kabupaten Paser. Salah satunya, Muhammad Rifqi Affandi (22), warga Kecamatan Tanah Grogot yang memilih berdampak dengan cara peduli.

Rifqi sapaan akrabnya, satu dari sekian anak-anak muda yang peduli akan isu-isu sosial termasuk pendidikan. Kepedulian terhadap pendidikan diinisiasinya dengan cara kekinian, memanfaatkan media sosial sebagai platform digital yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dan berbagi informasi.

Pemilik akun @exotic.paser ini mewujudkan kepedulian itu dengan memberi bantuan berupa paket peralatan sekolah, kepada para calon generasi muda. Khususnya para siswa di pedalaman Bumi Daya Taka, tepatnya di Desa Rantau Layung, Kecamatan Batu Sopang.

“Awalnya mau mengajak untuk melihat suasana Desa Rantau Layung karena ada ritual adat. Kebetulan tahun ajaran baru, jadi sekalian bawa alat tulis untuk anak-anak sekolah di sana sebagai oleh-oleh dan agar semangat belajar,” katanya.

Sekadar diketahui, Desa Rantau Layung memiliki luasan 189,13 kilometer persegi dan merupakan daerah secara administrasi terluas di Kecamatan Batu Sopang. Kehidupan masyarakat di daerah tersebut terbilang rukun yang mayoritas berprofesi sebagai petani dengan kondisi alam dan budaya yang masih terjaga.

Sayangnya, infrastruktur terbilang terbatas. Baik akses jalan, layanan air, listrik dan jaringan telekomunikasi yang masih serba terbatas. Bahkan, daerah ini tercatat sebagai kawasan dengan kategori sulit untuk mencapai sarana pendidikan dan kesehatan.

Dari segi pendidikan, Desa Rantau Layung hanya memiliki satu gedung sekolah yakni Sekolah Dasar (SD) 007 Batu Sopang. Berdasarkan informasi yang dihimpun 2025 ini, peserta didik disekolah itu berjumlah sembilan siswa. Sementara tenaga pendidik berjumlah dua guru dan satu kepala sekolah.

Sebagai kawasan yang belum mendapat perhatian yang adil, termasuk pendidikan. Siswa yang tidak mencapai sepuluh jiwa di desa itu, mendapat kepedulian lewat cara Rifqi. Mengajak para pengikut akun media sosial miliknya, untuk berdonasi jelang tahun ajaran baru pertengahan Juli 2025.

Meski tidak melimpah, namun bantuan tersebut sungguh menggugah perasaan. Bersama rekan lainnya, ia mengangkut paket peralatan sekolah dan sejumlah jajanan untuk anak-anak di Desa Rantau Layung sebagai bentuk kepedulian dan harapan akan masa depan dan perasaan anak-anak pedalaman.

“Niatannya hanya ingin berbagi. Tapi ternyata banyak juga yang mau berdonasi. Syukurnya dibantu pakai mobil pak Kades. Karena dari luar kami angkutnya pakai sepeda motor,” ucapnya.

Untuk mencapai Desa Rantau Layung, kini tidak sesulit dahulu. Akses jalan mulai mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser. Pada 2024 lalu, infrastruktur utama perekonomian masyarakat setempat dibenahi.

Rifqi hanya berharap, agar pembangunan di Desa Rantau Layung mendapat perhatian yang lebih baik lagi termasuk kelestarian alam dan budaya agar tetap terjaga. Sementara untuk pendidikan, perlu upaya gayung bersambut menyikapi kondisi yang ada.

“Semoga anak-anak di sana tetap semangat sekolah. Terima kasih juga untuk masyarakat, guru dan Pemerintah Desa yang mau menyambut kedatangan kami kemarin,” pungkasnya.

Pewarta: TB Sihombing
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI